Postingan

Kritik Cerpen Kakek karya M. Shoim Anwar

Dalam cerpen ini, Kakek adalah tokoh utama yang diceritakan dengan gambaran watak yang diceritakan atau dilibatkan dialog dengan tokoh lain. Kakek yang diceritakan layaknya kakek-kakek pada umumnya, yang cenderung pelupa dan seperti anak kecil yang tidak mau disalahkan. Namun seperti dibuat-buat, dengan beberapa yang diceritakan dalam cerpen, pengarang menceritakan kakek kepergok makan dan berkata bahwa ia lupa jika sedang berpuasa, namun hal itu terjadi setiap pukul lima sore. Cucunya pun menanggapinya dengan emosi karena seperti hal yang disengaja tapi si kakek tidak mau disalahkan. Menanggapi cerita pendek berjudul “Kakek” tidak terdapat sesuatu yang mengesankan yang dapat dipetik sebagai pesan yang disampaikan oleh pengarang. Tulisan tersebut hanya menceritakan realita yang memang kadang terjadi, tapi dilebihkan sedikit dengan gaya bahasanya.

Memperingati Hari Kartini

Memperingati hari Kartini sebagai hari lahirnya emansipasi wanita di seluruh Indonesia karena usaha Kartini dalam memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya dan diberikan kesempatan yang sama untuk menerapkan ilmu yang dimiliki agar tidak direndahkan derajatnya, menjadikan Kartini dikenal sebagai tokoh penggerak emansipasi wanita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emasipasi adalah pembebasan dari perbudakan atau persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti persamaan hak kaum wanita dengan kaum pria. Selanjutnya emansipasi wanita memiliki arti proses pelepasan diri para wanita dari kedudukan sosial ekonomi yang rendah atau dari pengekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan untuk maju. Untuk memperingati hari kartini, penulis akan mengkaji makna dari sebuah lirik lagu yang bertemakan emansipasi wanita. Beberapa lirik lagu yang telah terpilih diantaranya adalah lagu Rossa, Raisa, dan penyanyi lawas Maya Angel...

Kritik Cerpen Tahi Lalat di Dada Bu Lurah karya M. Shoim Anwar

Dalam cerpen tahi lalat di dada bu lurah, pengarang menjadikan Aku sebagai tokoh utama yang mendeskripsikan secara gamblang terkait kejadian di kampungnya. Warga setempat sedang hangat membicarakan istri pak lurah yang memiliki tahi lalat di dada sebelah kirinya. Tokoh Aku terkesan memiliki prinsip yang berbeda dengan warga yang lain. Ia sempat menaruh curiga, bagaimana mungkin sebuah tahi lalat di bagian tubuh istri pak lurah bisa menjadi bahan pembicaraan warganya. Aku juga memberi kesan sinis ketika menilai cara kerja pak lurah yang nampak tidak mengembangkan desanya, jutru mencari keuntungan lebih dengan memaksa beberapa warga menjual tanahnya untuk dibangun menjadi perumahan baru.             Pengarang memberikan kesan menggantung atau dapat bersambung dalam cerita pendeknya. Di akhir cerita, tokoh Aku hampir ditabrak oleh jeep yang tidak diketahui pengemudinya. Hal ini dapat memainkan imaji pembaca dengan penilaian yang b...

Kritik Cerpen Sorot Mata Syaila karya M. Shoim Anwar

Sorot Mata Syaila karya M. Shoim Anwar dengan tokoh utama dalam cerita disamarkan namanya adalah Matalir, bertemu dengan seorang perempuan di bandara Abu Dhabi yang akan terbang ke Pakistan. Karna kursi tunggu sudah penuh oleh penumpang yang menunggu pesawat, Matalir beradu pandang dan memberi isyarat bersedia berbagi tempat duduk dengannya. Perempuan berjilbab itu duduk dan sedikit berbasa-basi dengan Matalir, lelaki dengan dua istri dan dua orang anak dari masing-masing istrinya ini tampak ingin mengenal lebih jauh perempuan yang rupanya tertidur di pundaknya. Tokoh utama digambarkan ia adalah seorang tersangka korupsi yang sengaja beralasan pergi ke tanah suci untuk menunda proses hukum yang akan dilaluinya. Ia nampak meremehkan dan menganggap permasalahannya adalah hal enteng karna sudah menyewa pengacara mahal untuk membela dirinya. Pengarang memegang kuat karakter tokoh hingga akhir cerita. Pada bagian akhir, mampu memainkan imaji pembaca dengan tokoh utama perempuan ya...

Kritik dan Esai Sebuah Puisi Karya dari Guru Besar Kami

Puisi Karya   M. Shoim Anwar DI BANDARA INTERNASIONAL ABU DHABI di bandara internasional abu dhabi di bawah atap repilakasi daun-daun kurma kulihat kau berhijab dari dahi hingga ke kaki abayamu melindung sempurna hingga mencium tanah Melalui bait tersebut menyatakan pengarang sedang mengamati seorang wanita dengan mengenakan busana muslim berbentuk seperti jubah yang biasa digunakan oleh wanita di Arab Saudi, di bandara internasional di Arab dengan gambaran atap yang bercorak seperti daun-daun kurma. di bandara internasional abu dhabi kau pun berkaos dan celana pendek ketat melekat urat kulitmu menyapa hingga ke pangkal paha sambil mengunyah coklat yang manis dirasa menuding perhiasan emas permata dibayar dengan komisi dari pihak ketiga sebagai pelicin membuka usaha Bait selanjutnya, pengarang mendeskripsikan seorang wanita lain mengenakan kaos dan celana pendek seukuran paha, ketat melekat hingga digambarkan urat kulitnya mampu menyapa hingga k...
Waktu Jahanam Karya: Renny Nur Jannah Berbincang dan menyapa Seperti hal biasa, namun menjadi tak kuasa Ada kesenggangan di sini Aku bertanya pada naluri Apa ini? Kau letakkan harga diriku Pada tempat rendah serendah-rendahku Berkali-kali kau campakkan aku Kau sayat kau cincang batinku Kau puaskan segala kuasamu Waktunya sekolah Mereka bersama mama Aku berjalan tanpa sepeda Entah ke mana si mama Apa kau telan juga? Jarum detik melaju, kau terus berlalu Aku meremaja dan ku sembuhkan semua luka Sendiri. Aku sendiri dan sepi Oh. Mereka adalah teman setia dari masa kecilku Hai, sapaku Surabaya, 6 Maret 2018 Kursi Permainan Karya: Renny Nur Jannah Ini adalah kursi permainan Setiap waktu, kursi ini akan menebak nasibmu Entah hilang oleh sebab dipinang Atau hilang dari peradaban Ini kursi permainan Tak ada yang tau siapa yang akan mendapat giliran Sekarang kawan. Atau esok ia adalah lawan Ka...